Halo sob, bro MotoGP mania 👋 semoga kabarnya mantap semua. Kali ini ada cerita menarik dari paddock yang cukup bikin mikir, datang dari Maverick Viñales yang lagi-lagi jujur soal dirinya sendiri jelang MotoGP 2026.
Maverick Viñales, rider Spanyol yang kini membela Tech3 KTM, akhirnya angkat bicara soal dampak besar kerja bareng Jorge Lorenzo. Bukan sekadar kolaborasi biasa, tapi benar-benar membuka mata Viñales tentang level sebenarnya di dunia MotoGP.
Belajar dari Juara Dunia, Realita pun Terbuka
Masuk musim ke-12 di kelas premier pada MotoGP 2026, Viñales memutuskan mengambil langkah yang cukup berani. Di akhir musim lalu, ia resmi menggandeng Jorge Lorenzo sebagai pelatih pribadi sepanjang musim ini. Targetnya jelas, naik level, bukan sekadar cepat tapi konsisten seperti juara dunia.
Dalam sebuah video di kanal YouTube Lorenzo, Viñales tanpa sungkan mengakui bahwa standar yang selama ini ia pegang ternyata belum cukup tinggi jika dibandingkan dengan mindset seorang juara dunia.
“Saya dulu merasa level saya sudah cukup tinggi. Tapi sekarang saya sadar, ternyata belum.”
Ia juga mengaku kaget dengan obsesi dan disiplin Lorenzo dalam mengejar target. Bukan cuma soal fisik, tapi detail kecil, rutinitas harian, hingga cara berpikir saat latihan.
“Kalau kamu benar-benar mau tujuan itu, kamu harus bertarung untuknya. Tidak ada pilihan selain memberikan 100 persen.”
Filosofi Kerja ala Juara Dunia
Dari sisi lain, Lorenzo juga memberi pandangan soal Viñales. Menurut mantan juara dunia tiga kali itu, Viñales punya bakat alami yang luar biasa, terutama dalam memahami motor dan beradaptasi dengan cepat.
Namun yang coba ia tanamkan adalah soal struktur dan tujuan. Setiap jam latihan, entah itu 7, 8, atau 9 jam sehari, harus punya arah dan bisa dievaluasi. Tidak ada latihan asal jalan.
“Semua harus bisa diukur, dikembangkan, dan dibuat lebih baik, bahkan di detail terkecil.”
Statistik Singkat Maverick Viñales
Situasi KTM Jelang MotoGP 2026
Kalau melihat performa musim lalu, Viñales sempat jadi rider paling stabil KTM di paruh awal musim. Namun sorotan kemudian beralih ke Pedro Acosta yang tampil menggila di paruh kedua.
Buat fans Indonesia, kolaborasi Viñales–Lorenzo ini jelas menarik. Kalau disiplin ala Lorenzo benar-benar nempel, bukan tidak mungkin Viñales kembali jadi ancaman serius, bukan cuma pembalap cepat hari Minggu, tapi kandidat konsisten sepanjang musim.
Apalagi KTM sendiri dijadwalkan memperkenalkan motor dan livery MotoGP 2026 secara resmi pada 27 Januari lewat peluncuran online. Banyak yang penasaran, apakah paket RC16 terbaru bisa mendukung gaya balap Viñales yang dikenal halus tapi agresif.
Ya, segitu dulu cerita dari paddock kali ini. Menarik ditunggu apakah kerja keras dan tamparan realita ini bisa mengubah perjalanan Viñales ke level juara. Sampai jumpa di kabar MotoGP selanjutnya, gas terus balapannya 🔥
#MotoGP #MotoGP2026 #MaverickVinales #JorgeLorenzo #Tech3 #KTM #PopMotoAnalysis

0 Comments