Marc Márquez kembali menunjukkan kedewasaan sikap dalam menyikapi rivalitas panjang yang telah menjadi bagian dari kariernya. Dalam wawancara bersama program El Objetivo di La Sexta, pembalap asal Spanyol itu menegaskan bahwa hidup dengan rasa dendam justru menjadi beban, baik bagi dirinya maupun para penggemar.
Respons Marc Márquez soal Valentino Rossi
Saat ditanya mengenai Valentino Rossi, Márquez merespons dengan santai. Ia menilai pertanyaan tersebut sebagai sesuatu yang wajar, mengingat rivalitas mereka telah melekat dalam sejarah MotoGP selama bertahun-tahun.
“Apa pun boleh ditanyakan, itu hal yang normal,” ujar Márquez sambil tersenyum.
Pesan Sportivitas untuk Fans MotoGP
Márquez menegaskan bahwa ia tidak ingin para penggemarnya memelihara kebencian. Menurutnya, energi tersebut akan jauh lebih bermakna jika diarahkan untuk dukungan positif, bukan mempertahankan permusuhan masa lalu.
“Saya pikir hidup dengan rasa dendam itu sangat berat. Saya tidak ingin para fans menyimpan rasa dendam dan kesal. Lebih baik energi mereka dipakai untuk bertepuk tangan, bukan untuk hal lain,” jelasnya.
Risiko Balapan dan Insiden di Lintasan
Ia juga menyinggung berbagai insiden di lintasan yang kerap disalahpahami oleh publik. Menurut Márquez, kecelakaan merupakan bagian dari risiko balap motor profesional karena semua pembalap berlomba di batas kemampuan masing-masing.
“Ketika saya cedera karena tersenggol pembalap lain, itu adalah kecelakaan. Kami semua balapan di batas kemampuan. Tapi kadang orang-orang tidak memahami hal itu,” tutupnya.
Analisis
Pernyataan ini mencerminkan perubahan perspektif Marc Márquez yang semakin matang setelah melewati masa cedera panjang dan tekanan besar dalam kariernya. Ia kini lebih memilih memandang MotoGP sebagai olahraga profesional penuh risiko, bukan arena konflik personal.
Sikap tersebut juga sejalan dengan perannya sebagai pembalap senior yang lebih fokus pada performa dan konsistensi bersama Ducati.
Perspektif Fans MotoGP Indonesia
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, pernyataan Márquez dapat dimaknai sebagai ajakan untuk menikmati balapan secara lebih sportif. Rivalitas tetap menarik, namun esensi MotoGP terletak pada adu skill, strategi, dan keberanian di lintasan.

0 Comments