Pernahkah Anda bertanya-tanya tentang tujuan dari jaring di bagian belakang motor MotoGP selama tes sirkuit? Berikut ini adalah penjelasan dari Dr Aid Fawzal, seorang doktor teknik mesin, yang diminta oleh Adrenaline Impact.
Adrenaline Impact meminta saya untuk menjelaskan keberadaan jaring di bagian belakang motor MotoGP selama tes di Sepang baru-baru ini. Jadi, mengapa MotoGP menggunakan jaring belakang ini?
Berlawanan dengan persepsi umum, ini bukanlah jaring biasa; jaring ini disebut sebagai "aerodynamics rakes" atau "aero rakes". Fungsi utamanya adalah untuk mengukur tekanan dinamis, yang memungkinkan para insinyur dan desainer untuk menganalisis struktur aliran angin di bagian tertentu.
Pada gambar, Anda akan melihat aero rakes ini diposisikan di bagian belakang, yang mengindikasikan pengujian yang sedang berlangsung untuk memahami aliran angin di bagian belakang. Penilaian ini mempertimbangkan perubahan posisi pembalap dan mengevaluasi kinerja komponen aerodinamis yang ada.
Data yang terekam dari aero rakes ini memiliki peran penting dalam menentukan, memvalidasi, dan meningkatkan program simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD). Tidak seperti simulasi CFD, yang terbatas pada posisi motor tertentu, aero rakes menangkap data dinamis dengan mempertimbangkan semua gerakan motor dan pengendara dalam kondisi sirkuit yang sebenarnya.
Simulasi CFD dan tes terowongan angin memiliki keterbatasan, seperti terbatas pada skenario yang telah ditentukan dan tidak mereplikasi angin kencang yang dialami saat menikung. Oleh karena itu, data langsung dari lapangan, yang diperoleh melalui penerapan aero rakes, menjadi sangat penting.
Aero rakes ini memberikan representasi data tekanan angin yang lebih dinamis dengan mempertimbangkan semua gerakan motor dan pembalap relatif terhadap kondisi sirkuit. Para profesional yang berspesialisasi dalam bidang ini dikenal sebagai ahli aerodinamika di sisi lintasan, yang memanfaatkan aero rakes untuk mengambil data tekanan angin secara lebih akurat.


0 Comments